Laporan Perjalanan Ke Korea Selatan

Sekitar awal tahun 2010, saya mendapatkan penawaran beasiswa untuk memperdalam keilmuan USG dari Korean Society of Ultrasound in Medicine (KSUM) yang difasilitasi oleh Dr. Daniel Makes, Sp.Rad (K), Ketua PUSKI. KSUM mengadakan ultrasound fellowship untuk Negara-negara Asia setahun sekali. Kemudian saya mengirimkan aplikasi via email. Beberapa bulan kemudian ada pemberitahuan dari KSUM bahwa saya telah mendapatkan fellowship tersebut, dan mereka menanyakan jenis training USG dan jadwal yang saya inginkan. Akhirnya saya ditetapkan untuk mendapatkan training USG di ASAN Medical Center (AMC) Seoul. Kontak saya waktu itu Prof. Hak Hee Kim dari Breast Department Radiology dan untuk akomodasi ada Ms. Esther Lee dari bagian International Relation Office AMC. Pada aplikasi,Pada hari kedua setelah berada di Korea, saya mulai berjalan kaki ke AMC sekitar 10 menit, dan bertemu dengan Ms.Esther Lee di bagian International Relation Office di East Wing lt.6. Disana saya diberikan briefing singkat mengenai ASAN Medical Center, kemudian diberi brosur tentang AMC, peta Seoul,Setelah itu saya bergegas ke Breast Department Radiology di East Building untuk bertemu dengan Prof. Hak Hee Kim.Seoul. Setelah menghadap Prof.Ha saya mengikuti salah satu staf di Breast department, mulai dari memeriksa pasien sampai menulis hasil expertise. Untuk penulisan expertise ini di bagian Radiology dilakukan dengan merekam suara, kemudian hasilnya diketik oleh para pegawai yang khusus untuk melalukan tugas pengetikan tersebut, setelah selesai diketik baru di-approve oleh si pemeriksa. Dan karena di situ bukan hanya bagian ultrasound saja, sehingga hasil pemeriksaan ultrasound nya juga disertai dengan hasil pemeriksaan mammography dan kadang-kadang MRI. Selain untuk USG diagnosis, mereka juga melakukan USG skin marking, yaitu menandai dengan tepat kulit tempat adanya massa di mammae, biasanya massanya yang teraba, USG localization, yaitu menandai massa yang kecil tak teraba dengan hook wire yang nanti kemudian untuk penanda bagi operator operasi, kemudian juga yang sering dilakukan adalah Guided Biopsy USG, yaitu melakukan biopsy dipandu dengan USG. Guided Biopsy USG ini dilakukan pada massa-massa yang kecil tak teraba yang dicurigai sebagai keganasan atau kemungkinan ganas belum dapat disingkirkan. Sedangkan untuk USG diagnosis mereka mendeskripsikan suatu massa cystic atau solid itu benign atau malignant, juga disertai kategori BIRADS.

Jadwal kerja saya di Rumah Sakit ASAN hari Senin-Jumat, waktunya berbeda-beda tergantung bagiannya. Kemudian karena ini juga merupakan rumah sakit pendidikan, maka kalau pagi-pagi selalu dimulai dengan konferensi pagi untuk masing-masing bagian. Kalau di Breast department, setiap pagi selalu membahas pasien-pasien untuk USG tindakan seperti skin marking, localization dan guided biopsy. Setelah itu baru dimulai memeriksa pasien sekitar jam 9 an. Kemudian istirahat untuk makan siang sekitar 1 jam-an. Biasanya di bagian Breast ini mereka selalu makan bersama-sama di cafetaria rumah sakit. Untuk makan menggunakan canteen card untuk media pembayaran, sedangkan untuk pegawai rumah sakit menggunakan ID card masing-masing. Setelah makan dilanjutkan lagi memeriksa pasien. Sore harinya biasanya dilanjutkan dengan journal reading oleh resident atau fellow. Begitulah kegiatan selama di bagian Breast.

Pada hari Kamis pagi selalu diadakan konferensi pagi untuk seluruh bagian Radiology, disitu saya harus memperkenalkan diri ke seluruh dokter di bagian Radiology. Setelah 3 hari di Breast department, saya kemudian melanjutkan ke Abdominal department. Jadwal kerjanya sama dengan di Breast department. Tetapi karena banyaknya pasien dengan Hepatitis B dan C maka bagian abdominalnya lebih ditekankan ke pemeriksaan Hepar. USG yang dilakukan adalah USG diagnostik, USG doppler untuk melihat fungsi pembuluh darah, biasanya pada pasien-pasien yang melakukan transplantasi hati (donor, pre dan post transplantasi).

Selain untuk USG diagnostik juga dilakukan USG tindakan seperti Guided Biopsy USG (untuk mengambil contoh jaringan massa atau jaringan hati pada donor transplantasi hati) dan USG for guiding Radiofrequency Ablation (RFA), yaitu tehnik pengobatan termal dengan bantuan USG, yaitu dengan tujuan untuk menghancurkan tumor dengan memanaskan jaringan tumor dengan suhu 45-50 derajat celcius selama lebih dari 3 menit.

Pada hari Kamis, Prof.Kim dan seluruh staf beserta fellow bagian Breast bermaksud mengadakan welcome party untuk saya sekaligus farewell party untuk resident yang sudah berotasi selama 1 bulan di bagian Breast. Setelah jam kerja, saya beserta 3 orang fellow berangkat menuju ke restoran di daerah Gangnam.

Setelah 3 hari di bagian Abdominal Radiology, saya berpindah ke bagian Obstetri dan Gynecology di New Building. Yang melakukan USG adalah dokter resident dan sonografer. Tetapi di bagian ObsGyn ini USG yang dilakukan hanyalah USG diagnostik, untuk pasien hamil dan pasien dengan kelainan-kelainan baik obstetri maupun ginekologi.

Tidak terasa 2 minggu berlalu dengan cepat, dan saya pun harus kembali pulang ke Indonesia. Pada hari Jumat minggu ke-2 saya kembali menghadap ke bagian Internal Relations Office untuk mengembalikan lab coat, ID card dan canteen card. Saya diberi sertifikat dari ASAN Medical Center dan Korean Society of Ultrasound in Medicine. Hari Sabtu saya pun pulang ke Indonesia. Dan saya yakin bahwa perjalanan ke Korea Selatan ini dapat memberikan manfaat bagi saya khususnya sebagai staf pembimbing di INTIUM/LPUK-USG/Program CPD PUSKI dalam ikut membantu program pendidikan dan pelatihan USG bagi Sejawat di Indonesia